banner 300x30 banner 300x30

Pemuda Bongkudai Tantang Amalia Landjar

Pemuda Bongkudai Tantang Amalia Landjar

Boltim – Bencana Coronavirus Desaise 2019 (Covid 19) yang secara global menyerang kesehatan banyak orang termasuk masyarakat yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), menjadi ancaman yang perlu diwaspadai oleh Pemerintah dan masyarakat. Sementara, saat ini ada dua momen berharga yang nyaris terganggu dan tertunda yakni perhelatan politik Pemilihan Kepala Daerah Boltim dan bulan penuh Rahmat untuk umat pengikut Nabi Muhammad S.A.W untuk melaksanakan kewajiban Puasa sebulan penuh sebagai perintah agama.

Kedua momen tersebut nyaris utuh terganggu dengan kehadiran wabah virus yang lahir pada tahun 2019 itu.

Hal ini yang kemudian memancing adrenalin pemuda Modayag bersatu, menantang para calon kandidat Bupati dan Wakil Bupati, pada Pilkada serentak yang bakal dilaksanakan pasca berakhirnya wabah Corona, untuk terjun langsung kejalan membagikan kue takjil, plus masker, sebagai bentuk dedikasi dan rasa prihatin para calon kepala Daerah Boltim terhadap masyarakatnya.

Sebagaimana disampaikan Jamal Mamonto pada media ini pada Rabu (6/5/2020). Dia menyampaikan, ukuran paling kecil menilai calon kepala daerah yang memiliki jiwa sosial, dan perhatian tinggi terhadap masyarakatnya adalah seseorang yang berani mengambil sikap untuk hadir dan memastikan semua warga dalam keadaan baik.

“Ada sedikit cela mengklasifikasi para calon Kandidat yang kemarin getol mengkampayekan individu masing-masing dengan pola blusukan, bertemu dengan masyarakat, serta selalu menyuarakan pembelaan dan perjuanagan atas nama rakyat. Akan tetapi, hari ini nyaris semua ketakutan dan bungkam secara spontan dan alamiah. Menjadi lucu karena sangat kontras antara apa yang di koar-koarkan dengan keberadaan mereka saat ini yang rata-rata mengambil sikap stay home”. Sampainya.

Mantan ketua pemuda Desa Bongkudai Inaton yang sukses memimpin pemuda semasa periode kepemimpinannya itu menambahkan, hal paling sederhana yang perlu dilakukan oleh para calon kandidat tidak lain membagikan makanan buka puasa dan pelindung diri untuk mengantisipasi terinveksinya virus Corona.

“Membagi-bagi takjil untuk buka puasa dan masker kepada masyarakat secara langsung adalah langkah strategis dan terbilang progress serta bertanggung jawab menjaga marwa cita individu elit politik yang kemarin ribut menyuarakan dedikasi dan perjuangan atas nama rakyat”. Tambahnya.

Dia menegaskan, terendus salah satu bakal calon merupakan representasi dari pemuda Boltim.

“Kami pemuda Modayag Bersatu menantang Amalia Landjar. Kenapa, karena kami melihat Ama adalah satu-satunya calon kontestan Pilkada yang bakal bertarung mewakili suara Milenial Boltim”. Tegasnya.

Terpisah, hal senada dituturkan Rinto Elias ketua pemuda Desa Inaton. Dirinya sepakat dengan tantangan yang diarahkan kepada Amalia itu.

“Ama adalah wanita muda yang level politiknya setara dengan para politisi tingkat Provinsi bahkan tingkat Nasional, dengan pengalaman dan dukungan pengetahuannya. Akan tetapi, satu hal yang perlu dibuktikannya, yaitu menjawab tantangan pemuda Modayag Bersatu untuk berada di tepi jalan raya kecamatan Modayag dalam agenda bagi-bagi takjil dibulan suci ini, tidak kemudian mengunci diri dengan judul-judul WTH”. Imbuhnya.(mks)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses