banner 300x30

Astaga, Sangadi Desa Inaton di Demo Warga

Astaga, Sangadi Desa Inaton di Demo Warga
warga desa Inaton saat menutup kantor Desa, sebagai bentuk Protes terhadap Oknum kepala Desa (Foto Istimewa)

suasana Aksi Demo warga Desa Inaton kecamatan modayag barat Foto Istimewa

MODAYAG BARAT – Ratusan Warga Desa Inaton, Kecamatan Modayag Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), pada Senin (25/06/2018) pagi tadi, menggelar aksi demo, di Kantor kecamatan Modayag Barat, serta menutup Kantor Desa Inaton. mereka menutut kepala Desa nya yakni Ismawati Mamonto, untuk turun dari Jabatan sangadi. Karena dinilai dinilai sepihak dalam menjalankan roda pemerintahan. Aksi demo ini berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 12.00 Wita.
Pada aksi tersebut, mereka menuntut transparansi kinerja pemerintah desa harus jelas, termasuk kebijakan yang di ambil pemerintah desa. “Oknum kepala desa mengambil keputusan tanpa mengedepankan musayawarah, terutama masalah pengadaan pekuburan yang dananya diambil dari swadaya masyarakat,” kata korlap Aksi Jamal Mamonto.
Jamal menegaskan, Aksi demo ini sudah tidak dapat di bendung, karena banyak warga yang mengeluh terkait dengan kinerja pemerintah desa. sehingga pada tuntutan ini, mereka meminta untuk segera melakukan penggantian terhadap oknum kepala desa tersebut. “Intinya kami warga Inaton meminta untuk segera menganti Oknum kepala desa,” tegasnya.

Jamal Mamonto saat memimpin Aksi Demo di kantor Kecamatan Modayag Barat Foto Istimewa

Sementara itu, Camat Modayag barat, Kissman Mamonto yang menyambut langsung para pendemo tersebut mengatakan, aksi demo yang dilakukan ini, hanya karena kurangnya komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat. “ ini Cuma mis komunikasi, Bisa diselesaikan secara musyawarah di desa. tapi, kalau pun menuntut untuk menurunkan sangadi, harus ada mekanismenya. Tidak semena-mena kita mengambil tindakan,” kata camat Modayag barat.
terpisah, kepala Bidang di DPMD boltim Fitra Damopolii mengatakan, masalah ini hanya butuh keterbukaan kepada masyarakat, sehingga banyak warga yang kecewa. “ kalau pun ini tuntutan karena menyalahgunakan anggaran daerah, maka kami secara institusi, akan meminta laporan secara resmi kepada masyarakat, karena kita tidak bisa langsung memvonis kepala desa itu bersalah,” kata Fitra.
Amatan media ini, ratusan pendemo yang tergolong dari ibu ibu serta pemuda ini, sepulangnya dari kantor kecamatan, langsung menuju ke Kantor desa dan melakukan pemalangan kantor. (TIM KB)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses