banner 300x30

Petugas PDAM Putuskan Meteran Air

Petugas PDAM Putuskan Meteran Air

KOTABUNAN –Arus keluhan kembali terdengar dari warga Desa Bulawan, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Kecewa dengan pemutusan meteran air PAM oleh Perusahan Daerah Air Minum (PDAM), memantik reaksi Sahril Tangoi.

Saat ditemui KabarBoltim di kediamannya, Sahril Tangoi menuturkan, memang dia menunggak pembayaran air PAM selama 2 (dua) bulan, yakni Mei dan Juni. Herannya, total tagihan yang dibebankan sebasar Rp 1.925 ribu (satu juta sembilan ratus dua puluh lima ribu).

“Meskipun pernah menunggak tapi tidak pernah sebesar itu. Saya pun kaget. Saya mengeluh, kalau bisa saya kurangi dulu tagihannya Rp 200 ribu, tapi maunya petugas PDAM Rp 350 ribu, karena tidak dapat saya sanggupi mereka metuskan meteran air yang ada,” ungkap Tangoi.

“Melihat meteran air sudah diputuskan, saya hanya pasrah saja sebab memang saya tidak sanggup membayar tagihan sebesar itu. Selama ini tidak pernah kami memakai air yang berlebihan tapi tiba-tiba tagihan sudah naik begitu besar,” timpalnya.

Kepala PDAM Kotabunan Suriani Radjamuda saat di konfirmasi melalui petugas lapangan mengatakan, pemutusan meteran air disebabkan sudah banyak tunggakan, dan pelanggan sudah tidak sanggup membayar.

“Memang Sahril Tanggoi yang sudah tidak sanggup membayar tagihan air sehingga kami memutuskan sambungan sementara. Jika memang permintaan kami bisa disanggupi oleh yang bersangkutan, kami akan memasang kembali meteran air PAM,” terang pria yang sering disapa Papa Akbar ini. (*)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.