banner 300x30

PLN Copot Meteran Listrik Kantor Desa Bongkudai

PLN Copot Meteran Listrik Kantor Desa Bongkudai
suasana pencopotan meteran balai desa Bongkudai

MODAYAG –Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Modayag, Kecamatan Modayag, mencabut meteran Listrik milik Kantor Desa Bongkudai, Kecamatan Modayag Barat, pencabutan itu karena menunggak selam empat bulan. Namun, pencabutan dan penggantian meteran ke pra bayar tersebut, mendapat sorotan yang tajam dari pemerintah desa Pasalnya, tidak ada pemberitahuan ke pemerintah desa. Akibat kejadian itu, banyak data penting di Desa yang hilang. Padahal, Pemerintah desa telah melakukan pembayaran tagihan satu hari sebelum pencopotan dilakukan.
Demikian Pernyataan Sangadi Desa Bongkudai Deli Mamonto, kepada Kabar Boltim usai berdebat keras dengan petugas PLN Unit Modayag di halaman Aula Pertemuan Umum desa Bongkudai pada selasa (09/04/2019) sekitar pukul 13.00 wita. “Kami menolak hal ini, Saya minta tanggung jawab kehilangan data, saya akan laporkan perbuatan tidak menyenangkan ini,” tegas Deli Mamonto.
Menurut Sangadi perempuan ini, pihaknya telah melakukan pembayaran tagihan listrik. “Kemarin kami sudah bayar tagihan listrik, kenapa hari ini dilakukan pencabutan, tanpa pemberitahuan lagi, Saat ini data untuk dikirim ke kabupaten hilang,” ujar Deli.
Deli menyesalkan sikap dari oknum PLN Modayag ini dilakukan tanpa ada koordinasi. “harusnya datang dulu di kantor, sampaikan kalau ada penggantian, bukan langsung dicabut,”ungkapnya.
Terpisah, Pimpinan PLN Unit Modayag, Jemi Cornelis saat dikonfirmasi terkait pencabutan meteran di Kantor Desa Bongkudai mengatakan, kejadian itu harusnya terjadi pada senin (08/04/2019) kemarin. “memang itu sudah dibayarkan, tapi mekanismenya, apabila ada pelanggan yang menunggak paling lama tiga bulan, itu harus dicabut dan diganti dengan pra bayar,”kata Jemi.
Dia menambahkan, pemutusan sebelumnya sudah dilakukan sejak kemarin, tapi penggantian baru dilakukan hari ini. “Kemarin sudah sempat di putus sekitar 2 sampai tiga jam, dan harusnya kemarin sudah diganti, tapi karena petugas dilapangan masih banyak pekerjaan, baru hari ini dilakukan penggantian. Kemarin ada aparat desa yang meminta untuk disambung sementara sambil menunggu penggantian, mereka sudah tahu sebelumnya, mungkin informasi ini yang belum sampai ke kepala desanya,” jelasnya.
tak hanya itu, Dia juga menjelaskan mekanisme penggantian listrik pra bayar yang berlaku di PLN. “penggantian meteran listrik hanya ada dua cara, yang pertama atas permintaan sendiri, kemudian ke dua karena telah menunggak paling lama tiga bulan,” kuncinya, sembari menjelaskan juga tentang penggantian meteran di Kantor Desa Tobongon belum lama ini (*)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses