banner 300x30

Profil Seniman Multi Talenta, Jamal Rahman Iroth

Profil Seniman Multi Talenta, Jamal Rahman Iroth
Posted by:

Bila fotografi melukis dengan cahaya, maka puisi mnelukis melukis dengan kata-kata. Dua kemampuan ini dimiliki Jamal Rahman Iroth sekaligus. Di Sulawesi Utara, ia dikenal sebagai fhotografer professional sekaligus penyair yang produktif dalam berkarya. Karya fotografinya telah diterbitkan dalam sejumlah buku, majalah, dan media masa lainya, demikian pula puisinya. Dalam proses berkarya, dua talenta yang dimilikinya ini tampak saling mempengaruhi bahkan saling beraktualisasi.

Lewat karya fotografinya kita disuguhkan zona instingtif yang begitu intim dengan perasaan sunyi, kehampaan, kerinduan, dan gelombang hasrat libidinal, juga kegembiraan. Lewat puisinya kita diajak menjelajahi wilayah fotografi berupa landscape, taferil, komposi, warna,dan cahaya. Jamal berpuisi dengan merayakan pengalaman pesonalnya di area yang penuh energy psikis yang menurut Carl Gustaf Jung, lebih banyak disebabkan adanya suasana ketidakpuasan emosional, sekaligus meringkus pembaca kedalam pengalamanya sendiri, dan berhasil menampilkan ekspresi artistic yang menandai keberadaan.

Dengan puisi ia menjelajahi diri. Menyelami diri sendiri untuk mencari bahasanya sendiri dan realaitasnya sendiri. Dengan kehadiran bahasa dan realitasnya itu, ia memaknai hidupnya sendiri. Demikian sepotong catatan Iverdixon Tinungki dalam pengantar buku kumpulan puisi “Torotakon”, karya Jamal Rahman Iroth.

Penyair yang rajin manggung baca pusisi dimana-mana ini, bermukim di Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara. Lahir di minahasa utara, 9 desember 1979. Ayahnya dari Gorontalo, dan ibunya dari minahasa. Jamal sapaan akrabnya, anak bungsu dari empat bersaudara. Lulusan Madrasah Aliyah Negeri Manado, pernah kuliah empat smester di STAIN Manado, Jurusan Tarbuyah (1998).

Selain menulis puisi, ia juga menyutradarai teater dan film. Pernah bekerja sebagai jurnalis radio dan koran harian Manado. Karya-karya puisinya yang telah diterbitkan : Exodus ketanah harapan (Foto dan Puisi), penerbit Walhi 2006. Buyat, hari terus berdenyut (Foto dan puisi), Banana Publisher 2008. Antologi bersama “Metamorfosis”, penerbit Teras Budaya, 2015. Antologi bersama “Palagan Sastra”, penerbit Teras Budaya, 2016. Kumpulan puisi tunggal “Torotakon” Teras Budaya, 2017.

Selain menulis, Jamal juga aktif dalam berbagai pementasan dan pembacaan puisi, diantaranya : Peserta Temu Sastrawan Nasional; Bale Sastra Nasional; Bale Sastra Jakarta 2012. Bintang tamu baca puisi pada pembukaan kantor penghubung Komisi Yudisial Sulut 2014. Bintang tamu baca puisi pada festival Maleo, di Manado Town Square 2015. Penampil utama dalam festival koservasi, BKSDA Sulut, di Mega mall Manado, 2016. Baca puisi pada HUT NU di Bolaang Mongondow Timur Januari 2017. Baca puisi di HUT ke 7, spot photographer Indonesia 2017.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses